Khotbah


  ALLAH TIDAK MEMBIARKAN DIRI-NYA DIPERMAINKAN

Galatia 6:7
 
Pendahuluan
Bermain dengan anak-anak  kecil itu ada senangnya dan bisa membawa kesegaran baru.  Tetapi dipermainkan oleh seorang anak bisa membangkitkan amarah yang sangat hebat.  Kita bisa emosi dan marah karena kita merasa ‘ tidak didengar, tidak dihargai, diremehkan, dihina.  Kita marah karena kita merasa dipermalukan.

      Rasul Paulus di akhir suratnya kepada jemaat Galatia dengan tegas ia mengatakan: “Jangan sesat!  Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Mengapa Paulus mengatakan demikian?  Apa yang sedang terjadi dengan jemaat Galatia?  Apakah ada di antara jemaat yang sudah mempermainkan Tuhan?

Apa arti  mempermainkan Tuhan?
Mempermainkan Tuhan artinya  menganggap Allah itu bodoh, kurang pintar, tidak bisa berbuat apa-apa, bisa dibohongi.  Itu yang Tuhan Yesus maksudkan tatkala Ia menegur orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, yaitu kemunafikan.  Karena secara lahiriah mereka beribadah dengan rajin dan teratur, mereka menaati hukum Taurat, tapi hati mereka sebenarnya jauh dari Tuhan.  Mereka bagaikan kuburan yang dilabur putih, di luar baik tetapi di dalam penuh dengan tulang belulang. 

Sebagai contoh:
-  Ketika bangsa Israel di padang gurun membuat patung anak lembu emas sebagai ganti Tuhan.  Setelah Musa turun dari atas gunung Sinai dengan membawa sepuluh Hukum Taurat di atas dua loh batu, Tuhan sangat marah kepada bangsa Israel dan membunuh semua orang Israel yang telah menyembah patung anak lembu emas tersebut. Allah tidak mau Ia dipermainkan oleh ciptaan-Nya, sekalipun itu umat-Nya.

Pertanyaan bagi kita,  bolehkah Allah dipermainkan oleh manusia?  Atau bolehkah manusia mempermainkan Tuhan?  Bisakah seseorang mempermainkan Tuhan?  Bagaimana dengan orang Kristen?   Boleh dan bisa? 
Pertanyaan ini sama dengan dalam hal  dosa.  Bolehkah manusia berbuat dosa?  Tidak boleh.  Bisakah seseorang  berbuat dosa?  Tentu bisa, dan itulah yang telah menjadi kenyataan.  Berdosa adalah kenyataan dan fakta, sudah demikian.  Kalau begitu adakah di antara kita sebagai orang percaya, sebagai anak-anak Tuhan, sebagai hamba Allah sudah berlaku mempermainkan Tuhan?

      Firman Tuhan mengatakan:  ‘Jangan sesat!  Ini peringatan yang tegas dan keras dari Paulus.  Artinya  jangan sampai ada yang keliru dan bodoh.  Jangan sampai ada yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu tentang isi peringatan ini. Kalau pun di antara jemaat ada yang pura-pura tidak tahu, akibatnya tetap tidak bisa dielakkan.  Siapa yang mencoba mempermainkan Tuhan, dia pasti akan menuai dengan murka Allah.

Saudara-saudara.
Inilah hal yang penting dari peringatan rasul Paulus.  Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.  Artinya jangan sampai ada yang  mencoba-coba bermain sandiwara dengan Tuhan.  Jangan sampai ada yang membangun karakter kemunafikan di hadapan Tuhan.  Jangan sampai ada yang terbiasa berbohong kepada Tuhan.  Jangan sampai ada yang bermegah dan merasa aman hidup sebagai orang Kristen, tetapi masih hidup dalam dosa.

Ada  tiga (3)  hal yang Paulus peringatkan jemaat Galatia.
1.      Cepat berubah mengikuti Injil lain  (1:6-9;  4:16-20).
      Injil yang benar adalah manusia diselamatkan karena iman oleh anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, tidak ditambah dengan perbuatan baik atau usaha apa pun dari manusia.

      Rasul Paulus mengatakan:  “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, yang sebenarnya bukan Injil.  Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.  Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.  Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi:  jikalau ada  orang yang memberitakan kepadamu suatu Injil yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

      Sekarang ini banyak ajaran yang telah memanipulasi Injil.  Banyak ajaran yang telah dibungkus dengan hal yang rohani, tetapi isinya bukan kebenaran,  bukan Injil, melainkan hanya kegiatan yang mau menyenangkan dan mempengaruhi banyak orang.  Banyak ajaran dan kegiatan yang dibawa ke dalam gereja untuk menunjukkan hal-hal yang menghebohkan, seolah-olah ajaran dan pekerjaan Roh Kudus.
     
Contoh:   -  Untuk seseorang yang bertobat dan dibaptis oleh Roh Kudus, dia harus bisa berbahasa Roh atau berbahasa lidah. Orang yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus tandanya ia bisa berbahasa Roh.
                - Seseorang yang didoakan atau seorang yang bertobat itu akan ditandai dengan jatuh dan terpelanting sambil berteriak-teriak seperti kesurupan.

Semua ini tidak ada dalam ajaran Alkitab, dan juga tidak ada bukti atau contoh dari Tuhan Yesus atau dari para Rasul. Berbahasa Roh atau berbahasa lidah adalah salah satu karunia Roh Kudus kepada orang percaya, bukan sesuatu yang dipelajari dari orang lain, bukan juga sesuatu yang dapat diturunkan atau melalui pelatihan seorang Pendeta. Semua karunia Roh adalah diberikan oleh Roh Kudus kepada tia-tiap orang menurut kehendak dari Roh itu sendiri.
Demikian juga pada waktu seseorang didoakan atau pada waktu ia maju ke depan, Roh Kudus tidak akan bekerja untuk membuat orang pingsan, jatuh dan terpelanting. 
Roh Kudus tidak bekerja membuat orang kesurupan.  Semua gejala yang telah ada sekarang hanyalah untuk memamerkan manusia, membuat  tertarik orang-orang yang yang sedang haus akan yang aneh.  Inilah ajaran yang memanipulasi Injil. Kita harus hati-hati dan tidak boleh mudah terpengaruh. Segala sesuatu harus diuji berdasarkan firman Tuhan.  Hal-hal di atas bagi semua orang Kristen dan siapa pun dia yang mengaku diri sebagai Hamba Tuhan harus memikirkan dan merenungkan di hadapan Tuhan.  Roh apa yang sedang bekerja?  Benarkah ini ajaran dan pekerjaan Tuhan? 

Ingat apa yang dikatakan rasul Paulus sebagai peringatan keras kepada jemaat:  ‘Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu Injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu,  terkutuklah dia’.   Termasuk Paulus kalau ia mengajarkan Injil yang lain dan berbeda dengan yang pernah ia ajarkan, terkutuklah dia.  Dan sekalipun seorang malaikat dari sorga atau hamba-hamba Tuhan yang mengajarkan Injil yang berbeda dengan apa yang sudah ada di dalam Alkitab, terkutuklah dia.  Maka apa yang tidak ada dan tidak sesuai dengan ajaran Alkitab kita harus tolak supaya kita tidak kena kutuk atau murka Allah.

2.      Tidak hidup dalam kebenaran  (5:7).
      Kemerdekaan dalam Kristus telah mereka gunakan sebagai kesempatan kehidupan dalam dosa  (5:13, 15).   Mereka telah puas dan bangga disebut sebagai orang Kristen, orang merdeka, orang yang telah diselamatkan. Bangga disebut  umat pilihan Allah.  Nama dan kebanggaan itu tidak mereka hargai, justru mereka gunakan sebagai kesempatan hidup dalam dosa.  Mereka tidak taat dan tidak melakukan firman Tuhan.

      Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.  Sebagai contoh kita dapat lihat pada diri Yudas Iskariot.  Yudas banyak tahu kebenaran, bahkan ia memberitakan kebenaran, tetapi ia tidak mau hidup menurut kebenaran.  Kebenaran yang ia ajarkan tidak pernah mengubah karakter dan sifatnya.  Akibatnya ia mati dengan menggantung diri. 
      Demikian juga pada diri Saul.  Karena ia tidak taat dan tidak menghormati firman Tuhan, ia ditolak oleh Tuhan.  Satu dua kali Tuhan peringatkan seseorang untuk bertobat, tetapi kalau tetap saja tidak mau dan malah mempermainkan Tuhan, maka itu awal malapetaka baginya. 

3.      Hidup menuruti keinginan daging  (5:19-21).
      Contoh:  Ananias dan Safira.  Keduanya anggota jemaat mula-mula di Yerusalem, mencoba membohongi Tuhan.  Akibatnya dalam satu hari keduanya mati di depan para Rasul. 

      Allah adalah Kudus. Ia tidak mau membiarkan diri-Nya dipermainkan oleh manusia sekalipun itu adalah umat-Nya.

Karena itu firman Tuhan ini juga menjadi peringatan bagi setiap kita. Jangan sampai ada di antara kita yang berani mempermainkan Tuhan. Sebab Allah tidak akan segan-segan menghajar dan menghukum setiap orang yang mempermainkan Dia. 

Dalam hal apa saja kita dapat mempermainkan Tuhan?
Kita bisa mempermainkan Tuhan dalam hal :
(1). Persekutuan dan Ibadah.
      Ada orang Kristen yang merasa bosan dan jenuh, bahkan malas ke gereja karena acara tidak menarik, khotbah tidak baik, capek dan ngantuk, kurang enak badan, dll.
      Ingat!  Saudara datang ke gereja haruslah pertama-tama untuk bersekutu dengan Tuhan.  Jika konsep dan motivasi ini yang saudara miliki, maka tidak ada seorang pun yang berani mengatakan  saya bosan atau malas ke gereja’.

      Bosan dan jenuh terhadap segala bentuk kegiatan dan persekutuan Kristen, jika itu sudah mulai dirasakan oleh seorang Kristen, itu salah satu tanda kemunduran rohani.  Kemunduran rohani bisa sebagai wujud dari kesombongan dan hubungan yang tidak beres dengan Tuhan.  Bisa juga sebagai alasan untuk menyalahkan orang lain dan membenarkan diri sendiri.  Bisa juga sebagai alasan untuk memaafkan diri dan agar Tuhan juga dapat memaklumi.

(2). Pelayanan
      Banyak orang Kristen dan aktivis gereja hari ini menganggap remeh panggilan dan pelayanan yang Tuhan sudah percayakan kepada mereka.  Pada mulanya mereka sangat berkobar-kobar dan penuh semangat melayani.  Tetapi setelah lama dalam pelayanan, mulai merasa bosan dan  jenuh.  Banyak alasan yang dapat masuk akal sehingga mulai kurang aktif, bahkan akhirnya  mundur sama sekali dalam pelayanan.  Kekurangan orang lain kadang menjadi alasan seseorang menjadi mundur dalam pelayanan.  Tidak sependapat dengan aktivis yang lain juga menjadi alasan yang kuat untuk mengundurkan diri dalam tim pelayanan.  Atau karena pernah ditegur dan tersinggung, lalu mengambil langkah seribu, mundur.

(3). Persembahan
      Apakah orang Kristen juga bisa mempermainkan Tuhan dalam hal persembahan?   Banyak anak Tuhan yang tidak setia memberikan persepuluhan.  Mungkin juga karena tidak tahu bahwa persepuluhan itu adalah perintah Tuhan.  Bisa juga karena tidak pernah diingatkan oleh Hamba Tuhan di gereja.  Atau ada juga Hamba Tuhan yang kurang setuju tentang persepuluhan?  Banyak anak Tuhan yang sudah diberkati tidak mau belajar memberi persembahan syukur kepada Tuhan.  Bahkan ada anak-anak Tuhan yang sudah pernah berjanji kepada Tuhan untuk memberi persembahan syukur atau semacam janji iman kepada Tuhan, tetapi akhirnya karena berbagai keadaan menjadi lupa atau sengaja melupakan.  Hati-hati, Tuhan kita tidak pernah lupa.

(4)  Kesaksian hidup.
      Ada-ada saja orang Kristen yang menjadi batu sandungan bagi orang lain.  Kehidupan di gereja tidak sama dengan kehidupan di rumah dan di tempat kerja.  Di gereja sangat rohani, bahkan seperti seorang malaikat, tetapi di rumah dan tempat pekerjaan tidak menjadi saksi.  Tingkah laku, sikap dan tutur kata sama sekali tidak mencerminkan hidup sebagai orang Kristen. 

Saudara-saudara.
Tuhan menyampaikan firman ini kepada jemaat Galatia untuk memperingatkan mereka agar mereka segera bertobat dan meninggalkan segala bentuk kejahatan dan dosa.  Semua itu adalah bentuk mempermainkan Tuhan.  Tuhan menegur karena Tuhan mengasihi mereka.  Tuhan tidak mau mereka menuai hal yang tidak baik.  Tuhan ingin agar mereka semua menuai hasil dan berkat yang baik dari Tuhan.

Demikian juga kepada kita.  Kita semua adalah anak-anak Tuhan yang Ia kasihi.  Kalau hari ini Ia memperingatkan kita dengan firman-Nya, itu berarti Ia mengasihi kita.  Tuhan tidak mau kita menderita karena kesalahan kita sendiri.  Tuhan tidak mau kita dihukum karena kita mempermainkan Tuhan.  Tuhan mau agar kita semua diberkati oleh-Nya.  Tuhan mau dan sudah menyediakan bagi kita buah-buah yang baik sebagai hasil dari apa yang kita tabur.   Karena apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai.  Barangsiapa menabur, ia pasti akan menuai.  Menabur kebaikan, akan menuai kebaikan dan berkat dari Tuhan.  Itulah sebabnya Paulus menasihati dan mendorong mereka untuk terus melakukann segala macam kebaikan kepada orang lain karena hasilnya pasti ada, tidak pernah sia-sia.  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.  (Galatia 6:1-2, 6, 9-10).   Amin.


---